Pesanan Buat Wanita….

November 15, 2006

Allah s. w. t. berfirman yang bermaksud: “Dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebahagian penglihatan, memelihara kehormatannya dan tiada memperlihatkan perhiasannya
(tubuhnya) selain dari yang nyata (mesti terbuka terdiri dari bahagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti mukanya dan tapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya ke leher (tutup kepalanya sampai ke leher dan dadanya), dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya), kecuali kepada suaminya, bapanya, bapa suaminya, anak-anaknya, anak-anak suaminya, saudara-saudaranya, anak-anak saudara lelaki, anak-anak saudara perempuannya, sesama perempuan Islam, hamba sahaya kepunyaannya, laki-laki yang menjalankan kewajubannya tetapi tidak mempunyai keinginan
(terhadap perempuan - umpanya pelayan-pelayan lelaki yang sudah tua dan tiada lagi mempunyai keinginan kepada perempuan) dan kanak-kanak yang belum mempunyai pengertian kepada aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya, supaya diketahui orang perhiasannya yang tersembunyi (misalannya melangkah dengan cara yang menyebabkan betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya nampak). Dan taubatlah kamu semuanya kepada Allah s. w. t, Hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.(surah An-Nur ayat 31)


picture taken from: www.dailyutahchronicle.com

Women Practicing Sport

June 22, 2006

It is an undeniable fact that woman’s practicing sport is, in principle, Islamically accepted. However, there are many conditions that are to be met in this respect. They are as follows:

1. Women must not adorn themselves for the purpose of being seen by men.

2. They must not unveil any of their private parts that Islam orders them to cover.

3. They must not intermingle with men in any way that brings them physically close together.

It is reported that when the Prophet (peace and blessing be upon him) had a race with `A’ishah (may Allah be pleased with her) he made sure that men were on the front and `A’ishah in the back. This has two significances; first the permissibility of woman’s practicing sport, and second the legal requirements that are to be met in this respect. We are here to make it crystal clear that we, Muslims are not to be hot on the Westerners, for they adopt manners that go against the teachings of our religion.

Thereby, in the light of the above-mentioned facts, it’s clear that women’s practicing sport is governed with restrictions relating to Islamic observances that must be followed.

By: Dr. `Ali Muhyy Ed-Deen Al-Qara Daghi ~ Islamonline ~

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here